Wajah tiba-tiba mencong. Tangan atau kaki mendadak lemah. Bicara menjadi pelo. Banyak orang masih mengira gejala tersebut hanya karena kelelahan, tekanan darah naik, atau tubuh sedang tidak fit. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda stroke, salah satu kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat sumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik). Ketika otak tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan.
Karena itu, dalam penanganan stroke ada satu prinsip penting: Time is Brain semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan otak dan kecacatan.
Salah satu cara sederhana untuk mengenali tanda stroke adalah FAST:
F - FACE: Minta pasien tersenyum. Apakah salah satu sisi wajah terlihat turun atau mencong?
A - ARMS: Minta pasien mengangkat kedua tangan. Apakah salah satu tangan terasa lemah atau tiba-tiba turun?
S - SPEECH: Minta pasien mengucapkan kalimat sederhana. Apakah bicara menjadi pelo, sulit berbicara, atau sulit memahami pembicaraan?
T - TIME : Jika salah satu tanda tersebut muncul secara tiba-tiba, jangan menunggu gejala membaik sendiri. Segera cari pertolongan medis.
Gejala lain yang juga perlu diwaspadai antara lain gangguan penglihatan mendadak, kehilangan keseimbangan, kebingungan, mati rasa pada satu sisi tubuh, atau sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Gleneagles Hospital Kuala Lumpur juga mencantumkan kelemahan otot, kebingungan, kehilangan sensasi, kelumpuhan, gangguan bicara, dan gangguan keseimbangan sebagai gejala neurologis yang membutuhkan perhatian medis.
Bagaimana Stroke Bisa Ditangani dan Dipulihkan?
Mengapa Stroke Harus Ditangani Secepatnya?
Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah menunggu pasien "sembuh sendiri". Padahal, pada stroke akut, dokter perlu menentukan apakah stroke disebabkan oleh sumbatan atau perdarahan dan seberapa luas area otak yang terdampak. Pemeriksaan seperti CT Scan atau MRI otak dapat menjadi bagian dari evaluasi sesuai kondisi pasien.
Pada stroke iskemik tertentu, pasien yang datang dalam waktu yang sesuai dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan terapi reperfusi, seperti trombolisis atau prosedur trombektomi pada kondisi tertentu.
Mayapada Hospital juga menjelaskan pentingnya membawa pasien ke IGD segera ketika gejala stroke muncul. Dalam kasus yang sesuai, terapi trombolitik dan trombektomi dapat menjadi bagian dari penanganan stroke akibat sumbatan. Jangan menunggu jadwal konsultasi jika pasien sedang mengalami gejala stroke akut. Langsung menuju IGD rumah sakit terdekat.
Apa Kendala yang Sering Dialami Pasien Stroke?
Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah menunggu pasien "sembuh sendiri". Padahal, pada stroke akut, dokter perlu menentukan apakah stroke disebabkan oleh sumbatan atau perdarahan dan seberapa luas area otak yang terdampak. Pemeriksaan seperti CT Scan atau MRI otak dapat menjadi bagian dari evaluasi sesuai kondisi pasien.
Pada stroke iskemik tertentu, pasien yang datang dalam waktu yang sesuai dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan terapi reperfusi, seperti trombolisis atau prosedur trombektomi pada kondisi tertentu.
Mayapada Hospital juga menjelaskan pentingnya membawa pasien ke IGD segera ketika gejala stroke muncul. Dalam kasus yang sesuai, terapi trombolitik dan trombektomi dapat menjadi bagian dari penanganan stroke akibat sumbatan. Jangan menunggu jadwal konsultasi jika pasien sedang mengalami gejala stroke akut. Langsung menuju IGD rumah sakit terdekat.
Rekomendasi Dokter dan Rumah Sakit untuk Penanganan Stroke
Bagi pasien yang membutuhkan konsultasi neurologi, evaluasi pasca-stroke, second opinion, atau penanganan neurologis lanjutan, berikut beberapa pilihan rumah sakit dan dokter yang dapat dipertimbangkan. Catatan: daftar ini bukan peringkat dokter terbaik. Rekomendasi disusun berdasarkan informasi bidang neurologi/stroke dan tempat praktik yang tersedia secara publik. Ketersediaan dokter dapat berubah sehingga appointment sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu.
🇮🇩 INDONESIA
1. Siloam Hospitals Lippo Village - Tangerang
Siloam Hospitals Lippo Village memiliki tim neurologi dan neuroscience yang menangani berbagai kasus neurologis, termasuk stroke. Dokter yang dapat dipertimbangkan:
2. Mayapada Hospital Tangerang
Mayapada Hospital Tangerang menjadi salah satu pilihan untuk pasien yang membutuhkan layanan neurologi dan penanganan stroke. Dokter yang dapat dipertimbangkan:
3. Mitra Keluarga Kelapa Gading - Jakarta
Untuk pasien di Jakarta Utara dan sekitarnya, Mitra Keluarga Kelapa Gading juga memiliki layanan spesialis saraf. Dokter yang dapat dipertimbangkan:
🇲🇾 MALAYSIA
Malaysia menjadi salah satu tujuan yang sering dipertimbangkan pasien Indonesia untuk mendapatkan second opinion, pemeriksaan lanjutan, maupun penanganan neurologi.
4. Gleneagles Hospital Kuala Lumpur
Gleneagles Kuala Lumpur memiliki Neuroscience Centre yang menggabungkan neurologi, bedah saraf, radiologi, interventional radiology, psikiatri, dan rehabilitasi. Pusat ini secara khusus menangani berbagai kondisi termasuk stroke dan embolic stroke. Dokter yang dapat dipertimbangkan:
5. Pantai Hospital Kuala Lumpur
Pantai Hospital Kuala Lumpur memiliki layanan Brain, Nerve & Spine Healthcare, mencakup neurologi, bedah saraf dan spine surgery. Stroke termasuk salah satu kondisi yang ditangani. Dokter yang dapat dipertimbangkan:
6. Sunway Medical Centre Damansara
🇸🇬 SINGAPORE
Bagi pasien yang membutuhkan second opinion atau penanganan neurologi lebih lanjut, Singapore juga memiliki beberapa pusat neurologi yang dapat menjadi pilihan.
7. Raffles Medical Group - Raffles Neuroscience Centre
Raffles Neuroscience Centre menyediakan layanan neurologi, neurosurgery dan interventional neuroradiology. Layanan mereka mencakup emergency non-haemorrhagic stroke management serta carotid dan intracranial angioplasty/stent placement untuk stroke prevention. Dokter yang dapat dipertimbangkan:
8. Farrer Park Hospital
9. Mount Alvernia Hospital
Kapan Pasien Stroke Membutuhkan Second Opinion? Second opinion dapat dipertimbangkan ketika:
Namun, second opinion berbeda dengan kondisi stroke akut. Jika gejala baru saja muncul, jangan menunggu appointment atau melakukan perjalanan jauh ke rumah sakit lain. Segera menuju IGD terdekat.
Bagaimana LIVINWELL CARE Membantu Pasien Stroke?
Menghadapi masalah neurologis sering kali membuat pasien dan keluarga bingung harus mulai dari mana. LIVINWELL CARE dapat membantu pasien dalam proses:
Keluhan → Pemilihan dokter → Rekomendasi rumah sakit → Appointment → Pengaturan Penjemputan Bandara → Koordinasi medis → Insurance coordination → Follow-up
Pasien juga dapat dibantu untuk mendapatkan rekomendasi dokter berdasarkan keluhan, riwayat medis, hasil pemeriksaan sebelumnya, lokasi rumah sakit yang diinginkan, serta kebutuhan konsultasi. Untuk pasien yang mempertimbangkan pengobatan di Indonesia, Malaysia, atau Singapore, koordinasi dapat dilakukan sebelum pasien datang sehingga keluarga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai proses konsultasi dan pemeriksaan.
Jangan Tunggu Sampai Terlambat, Stroke tidak selalu memberikan banyak waktu untuk berpikir. Ketika wajah tiba-tiba mencong, satu sisi tubuh melemah, atau bicara mendadak menjadi pelo, anggap sebagai keadaan darurat sampai terbukti bukan stroke. Catat kapan gejala pertama kali muncul dan segera cari pertolongan medis.
Karena dalam stroke: Setiap menit sangat berarti bagi otak.
Jika Anda atau keluarga membutuhkan bantuan untuk mencari dokter neurologi, rumah sakit untuk stroke, second opinion, pemeriksaan MRI/CT, atau koordinasi pengobatan di Indonesia, Malaysia, maupun Singapore, LIVINWELL CARE dapat membantu Anda memulai perjalanan medis dengan lebih terarah.
Helping you access the right doctor and hospital, without the hassle.
© 2023-2025 Livinwell Medical Tourism & Consultancy. All rights reserved. Designed & Developed by SK Info Techies